<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Iwet's Blog</title>
	<atom:link href="http://iweth.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iweth.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2010 09:06:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='iweth.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/833b48e9a0ffb496c7b05e9e452a2be6?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Iwet's Blog</title>
		<link>http://iweth.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://iweth.wordpress.com/osd.xml" title="Iwet&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://iweth.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Semangat Menumbuhkan</title>
		<link>http://iweth.wordpress.com/2010/06/29/semangat-menumbuhkan/</link>
		<comments>http://iweth.wordpress.com/2010/06/29/semangat-menumbuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 09:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iweth.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Pekerjaan kedua seorang pencinta sejati, setelah memperhatikan, adalah penumbuhan. Inilah cintanya cinta. Inilah rahasia besar yang menjelaskan bagaimana cinta bekerja mengubah kehidupan kita dan membuatnya menjadi lebih baik, lebih bermakna. Cinta adalah gagasan dan komitmen jiwa tentang bagaimana membuat kehidupan orang yang kita cintai menjadi lebih baik. Jika perhatian memberikan pemahaman mendalam tentang sang kekasih, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=81&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:x-small;"></p>
<p>Pekerjaan kedua seorang pencinta sejati, setelah memperhatikan, adalah penumbuhan. Inilah cintanya cinta. Inilah rahasia besar yang menjelaskan bagaimana cinta bekerja mengubah kehidupan kita dan membuatnya menjadi lebih baik, lebih bermakna.</p>
<p>Cinta adalah gagasan dan komitmen jiwa tentang bagaimana membuat kehidupan orang yang kita cintai menjadi lebih baik. Jika perhatian memberikan pemahaman mendalam tentang sang kekasih, maka penumbuhan berarti melakukan tindakan-tindakan nyata untuk membantu sang kekasih bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik.</p>
<p>Kita tidak boleh berhenti diujung perhatian sembari mengatakan kepada sang kekasih: &#8220;Aku mencintaimu sebagaimana kamu adanya.&#8221; Atau: &#8220;Aku menerima dirimu apa adanya.&#8221; Memahami dan mengerti sang kekasih tidaklah cukup. Seorang pencinta sejati harus mampu mengimajinasikan sebuah plot akhir dari kehidupan yang dijalani sang kekasih. Itu tidak berarti bahwa kita mengintervensi kehidupannya secara rigid atas nama cinta. Tidak! yang dilakukan seorang pencinta sejati adalah menginspirasi sang kekasih untuk meraih kehidupan paling bermutu yang mungkin ia raih berdasarkan keseluruhan potensi yang ia miliki.</p>
<p>Kalau bukan karena kerja-kerja penumbuhan, seorang pencinta sejati tidak akan sanggup bertahan hidup disamping seorang kekasih yang ilmu, pengalaman, keterampilan, dan kepribadiannya, tidak bertumbuh dalam 10 tahun perkawinannya, misalnya. Kamu pasti bosan mengobrol dengan seorang yang hidupnya stagnan, dingin dan tidak dinamis. Para pencinta sejati menemukan gairah kehidupan dari perubahan-perubahan dinamis dalam kehidupan kekasih mereka. Seperti gairah kehidupan yang dirasakan seorang ibu ketika ia menyaksikan bayinya tumbuh dan berkembang menjadi anak remaja lalu dewasa. Atau gairah yang dirasakan seorang guru saat menyaksikan muridnya tumbuh menjadi ilmuwan dan intelektual.</p>
<p>Penumbuhanlah yang membedakan cinta yang matang dengan cinta seorang melankolik. Penumbuhan memberikan sentuhan edukasi pada hubungan cinta. Sebab di sini cinta bukan sekedar gumpalan emosi di langit jiwa: yang mungkin meledak bagai halilintar, atau membanjiri bumi dengan hujan air mata, pikiran dan fisik sekaligus. Itu yang membuatnya nyata. Dan efektif.</p>
<p>Di tangan Rasulullah saw Aisyah bukan hanya seorang istri. Rasulullah saw telah menumbuhkannya menjadi bintang di langit sejarah. Suatu saat Ali Tanthowi mengatakan: &#8220;Istriku yang tamatan SD ternyata lebih intelek daripada mahasiswi-mahasiswi ku yang hampir sarjana.&#8221; Beliau mengatakan itu setelah melewati 10 tahun masa perkawinan. Ketika Iqbal menemukan dirinya telah menjadi filosof dunia, ia menyadari itu kerja sang guru. Maka ia berkata tentang gurunya itu: &#8220;Dan nafas cintanya meniup keuncupku jadi bunga.&#8221;</p>
<p>*Serial Cinta, Anis Matta<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iweth.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iweth.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iweth.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iweth.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iweth.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iweth.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iweth.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iweth.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iweth.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iweth.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iweth.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iweth.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iweth.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iweth.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=81&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iweth.wordpress.com/2010/06/29/semangat-menumbuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eed4e27d84b0a99547a45b4377e3422c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iwet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seni Memperhatikan</title>
		<link>http://iweth.wordpress.com/2010/06/29/seni-memperhatikan/</link>
		<comments>http://iweth.wordpress.com/2010/06/29/seni-memperhatikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 08:43:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwet</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iweth.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Kalau intinya cinta adalah memberi, maka pemberian pertama seorang pencinta sejati adalah perhatian. Kalau kamu mencintai seseorang, kamu harus memberi perhatian penuh kepada orang itu. Perhatian yang lahir dari lubuk hati paling dalam, dari keinginan yang tulus untuk memberikan apa saja yang diperlukan orang yang kamu cintai untuk menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya. Perhatian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=77&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:x-small;"></p>
<p>Kalau intinya cinta adalah memberi, maka pemberian pertama seorang pencinta sejati adalah perhatian. Kalau kamu mencintai seseorang, kamu harus memberi perhatian penuh kepada orang itu. Perhatian yang lahir dari lubuk hati paling dalam, dari keinginan yang tulus untuk memberikan apa saja yang diperlukan orang yang kamu cintai untuk menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.</p>
<p>Perhatian adalah pemberian jiwa: semacam penampakan emosi yang kuat dari keinginan baik kepada orang yang kita cintai. Tidak semua orang memiliki kesiapan mental untuk memperhatikan. Tidak juga semua orang yang memiliki kesiapan mental memiliki kemampuan untuk terus memperhatikan.</p>
<p>Memperhatikan adalah kondisi di mana kamu keluar dari dalam dirimu menuju orang lain yang ada di luar dirimu. Hati dan pikiranmu sepenuhnya tertuju kepada orang yang kamu cintai. Itu tidak sesederhana yang kita bayangkan. Mereka yang bisa keluar dari dalam dirinya adalah orang-orang yang sudah terbebas secara psikologis. Yaitu bebas dari kebutuhan untuk diperhatikan. Mereka independen secara emosional: kenyamanan psikologis tidak bersumber dari perhatian orang lain terhadap dirinya. Dan itulah musykilnya. Sebab sebagian orang besar lebih banyak terkungkung dalam dirinya sendiri. Mereka tidak bebas secara mental. Mereka lebih suka diperhatikan daripada memperhatikan. Itu sebabnya mereka selalu gagal mencintai.</p>
<p>Itulah kekuatan para pencinta sejati: bahwa mereka adalah pemerhati yang serius. Mereka memperhatikan orang-orang yang mereka cintai secara intens dan menyeluruh. Mereka berusaha secara terus-menerus untuk memahami latar belakang kehidupan sang kekasih, menyelidiki seluk beluk persoalan hatinya, mencoba menemukan karakter jiwanya, mendefinisikan harapan-harapan dan mimpi-mimpinya, dan mengetahui kebutuhan-kebutuhan nya untuk sampai kepada harapan-harapannya.</p>
<p>Para pemerhati yang serius biasanya lebih suka mendengar daripada didengarkan. Mereka memiliki kesabaran yang cukup untuk mendengar dalam waktu yang lama. Kesabaran itulah yang membuat orang betah dan nyaman menumpahkan isi hatinya kepada mereka. Tapi kesabaran itu pula yang memberi mereka peluang untuk menyerap lebih banyak informasi tentang sang kekasih yang mereka cintai.</p>
<p>Tapi di sini juga disimpan sesuatu yang teramat agung dari rahasia cinta. Rahasia tentang pesona jiwa para pencinta. Kalau kamu terbiasa memperhatikan kekasih hatimu, secara perlahan-lahan dan tanpa ia sadari ia akan tergantung dengan perhatianmu. Secara psikologis ia akan sangat menikmati saat-saat diperhatikan itu. Bila suatu saat perhatian itu hilang, ia akan merasakan kehilangan yang sangat. Perhatian itu niscaya akan menyiksa jiwanya dengan rindu saat kamu tidak berada di sisinya. Mungkin ia tidak mengatakannya. Tapi ia pasti merasakannya. ~ Anis Matta ~</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iweth.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iweth.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iweth.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iweth.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iweth.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iweth.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iweth.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iweth.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iweth.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iweth.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iweth.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iweth.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iweth.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iweth.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=77&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iweth.wordpress.com/2010/06/29/seni-memperhatikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eed4e27d84b0a99547a45b4377e3422c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iwet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata Terurai Jadi Laku</title>
		<link>http://iweth.wordpress.com/2010/06/29/kata-terurai-jadi-laku/</link>
		<comments>http://iweth.wordpress.com/2010/06/29/kata-terurai-jadi-laku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 08:41:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwet</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iweth.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan ia sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apa pun resikonya. Suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=73&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:small;"><br />
</span><br />
Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan ia sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apa pun resikonya.</p>
<div>Suatu saat perempuan itu berkata, “ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri.” Tetapi lelaki itu malah menjawab, “Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi.”</p>
<p>Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka kemudian dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, “Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang ku rasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik.”</p>
<p>Begitulah cinta yang terurai jadi laku. Ukuran interigasi cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati&#8230; terkembang dalam kata&#8230; terurai dalam laku&#8230; kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai kepalsuan dan tidak nyata&#8230; Kalau cinta sudah terurai jadi laku, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhujam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam laku. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.</p>
<p>Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.</p>
<p>Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi dalam hati, tapi karena kebaikan tanpa henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu. Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi laku adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.</p>
<p>Tidak mudah memang menemukan cinta yang ini, tapi harus begitulah cinta, seperti kata Imam Syafii,</p>
<p>Kalau sudah ada cinta disisimu<br />
Semua kan jadi enteng<br />
Dan semua yang ada diatas tanah<br />
Hanyalah tanah jua</p>
<p>Anis Matta</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iweth.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iweth.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iweth.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iweth.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iweth.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iweth.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iweth.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iweth.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iweth.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iweth.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iweth.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iweth.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iweth.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iweth.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=73&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iweth.wordpress.com/2010/06/29/kata-terurai-jadi-laku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eed4e27d84b0a99547a45b4377e3422c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iwet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEWAJIBAN SUAMI ISTRI DLM ISLAM</title>
		<link>http://iweth.wordpress.com/2009/11/21/kewajiban-suami-istri-dlm-islam/</link>
		<comments>http://iweth.wordpress.com/2009/11/21/kewajiban-suami-istri-dlm-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 04:58:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwet</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iweth.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Copy dari Note Syafri Adi di  FB Notes berikut merupakan bahan referensi dan renungan bahkan tindakan, garis besar hak masing-masing dan kewajiban SUAMI-ISTRI (PASUTRI) dalam Islam yang di nukil dari buku “Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap” karangan H.A. Abdurrahman Ahmad. HAK BERSAMA SUAMI ISTRI 1. Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=63&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><strong><em>Copy dari Note Syafri Adi di  FB</em></strong></div>
<div></div>
<div></div>
<div><strong><em><br />
</em></strong></div>
<div>Notes berikut merupakan bahan referensi dan renungan bahkan tindakan, garis besar hak masing-masing dan kewajiban SUAMI-ISTRI (PASUTRI) dalam Islam yang di nukil dari buku “Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap” karangan H.A. Abdurrahman Ahmad.</div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=115954&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=194244149576&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=194244149576&amp;id=1766268047"><img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs051.snc3/13844_1058605683154_1766268047_115954_5889907_a.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div><big><strong>HAK BERSAMA SUAMI ISTRI</strong></big><br />
1. Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21).<br />
2. Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa’: 19 &#8211; Al-Hujuraat: 10)<br />
3. Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19)<br />
4. Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)<big><strong>SUAMI KEPADA ISTRI</strong></big></p>
<ol>
<li>Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24)</li>
<li>Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah dan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14)</li>
<li>Hendaknya senantiasa berdo’a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74)</li>
<li>Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali)</li>
<li>Jika istri berbuat ‘Nusyuz’, maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa’: 34) … ‘Nusyuz’ adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah.</li>
<li>Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi)</li>
<li>Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7)</li>
<li>Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)</li>
<li>Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri)</li>
<li>Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya’la)</li>
<li>Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa’: 19)</li>
<li>Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).</li>
<li>Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih)</li>
<li>Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali)</li>
<li>Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa’: 3)</li>
<li>Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa’i)</li>
<li>Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali)</li>
<li>Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40)</li>
</ol>
<p><big><strong>ISTRI KEPADA SUAMI</strong></big></p>
<ol>
<li>Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa’: 34)</li>
<li>Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)</li>
<li> Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa’: 39)</li>
<li>Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah: a. Menyerahkan dirinya, b. Mentaati suami, c. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya, d. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami, e. Menggauli suami dengan baik. (Al-Ghazali)</li>
<li>Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa’ i, Muttafaqun Alaih)</li>
<li>Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim)</li>
<li>Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi)</li>
<li>Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi)</li>
<li>Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi saw.: “Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. .. (Timidzi)</li>
<li>Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani)</li>
<li>Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami(Thabrani)</li>
<li>Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa’: 34)</li>
<li>Ada empat cobaan berat dalam pernikahan, yaitu: (1) Banyak anak (2) Sedikit harta (3) Tetangga yang buruk (4) lstri yang berkhianat. (Hasan Al-Bashri)</li>
<li>Wanita Mukmin hanya dibolehkan berkabung atas kematian suaminya selama empat bulan sepuluh hari. (Muttafaqun Alaih)</li>
<li>Wanita dan laki-laki mukmin, wajib menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya. (An-Nur: 30-31)</li>
</ol>
<p><big><strong>ISTRI SHOLEHAH</strong></big></p>
<ol>
<li>Apabila’ seorang istri, menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramddhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya Allah swt. akan memasukkannya ke dalam surga. (Ibnu Hibban)</li>
<li>Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33)</li>
<li>Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban)</li>
<li>Hendaknya menjadikan istri-istri Rasulullah saw. sebagai tauladan utama.</li>
</ol>
<p>Semoga catatan ini dapat memberikan manfaat dan wawasan &#8220;indahnya berumah tangga&#8221; dalam Islam&#8230;. Amiin..</p>
<p>arsip 02/04/2009 jam 22:03</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iweth.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iweth.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iweth.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iweth.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iweth.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iweth.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iweth.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iweth.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iweth.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iweth.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iweth.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iweth.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iweth.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iweth.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=63&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iweth.wordpress.com/2009/11/21/kewajiban-suami-istri-dlm-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eed4e27d84b0a99547a45b4377e3422c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iwet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs051.snc3/13844_1058605683154_1766268047_115954_5889907_a.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>..sholeh&#8230;</title>
		<link>http://iweth.wordpress.com/2009/11/20/sholeh/</link>
		<comments>http://iweth.wordpress.com/2009/11/20/sholeh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 05:41:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwet</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iweth.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[..sholeh&#8230; Buat seorang wanita, harta yang paling berharga didalam hidup ini adalah seorang suami yang sholeh. Kepadanyalah, seorang istri akan merasakan kebahagian didalam hidupnya dan diakhirat kelak, keberuntunganlah yang akan diterima seorang istri, jika dia mempercayakan hidupnya, memberikan segala cinta, perhatian, dan kasih sayangnya kepada suami yang sholeh. Karena didirinyalah, seorang istri akan mendapatkan apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=58&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div>..sholeh&#8230;</div>
</div>
</div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30313714&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=209382696857&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=209382696857&amp;id=1430947587"><br />
</a></div>
</div>
<p>Buat seorang wanita, harta yang paling berharga didalam hidup ini adalah seorang suami yang sholeh. Kepadanyalah, seorang istri akan merasakan kebahagian didalam hidupnya dan diakhirat kelak, keberuntunganlah yang akan diterima seorang istri, jika dia mempercayakan hidupnya, memberikan segala cinta, perhatian, dan kasih sayangnya kepada suami yang sholeh. Karena didirinyalah, seorang istri akan mendapatkan apa yang didambanya: Ketenangan, keteduhan, kedamaian, perlindungan dan cinta serta sayang.</p>
<p>Suami yang sholeh adalah seorang yang bisa membahagiakan istri dan anaknya, serta keluarganya baik di dunia ini ataupun di akhirat kelak.</p>
<p>Seorang suami yang sholeh tidak akan memberi makan istri dan anak-anaknya kecuali dengan harta yang halal.</p>
<p>Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Dan istri adalah amanah yang diberikan kepada seorang laki-laki yang menjadi suaminya.</p>
<p>Suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu memperlakukan istri dan anaknya dengan sifat-sifat yang terpuji, seorang suami yang sholeh akan selalu memperlakukan istrinya dengan sabar, sabar dengan setiap kesalahan-kesalahan istrinya, dan memperlakukan istrinya dengan kelembuatan dan penuh maaf saat istri dipenuhi dengan emosi dan kemarahan.</p>
<p>Suami yang sholeh adalah suami yang mampu menjadi pemimpin didalam rumah tangganya. Seorang suami bagaikan pemerintah didalam rumah tangganya, seorang suami yang sholeh adalah yang mampu memperhatikan hak dan kepentingan rakyatnya didalam pemerintahan yang dipimpinnya, dalam hal ini adalah istrinya.</p>
<p>Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu bersikap bijaksana didalam tindakannya, menghargai pendapat istrinya, dan jika terjadi perbedaan pendapat dengan istrinya, dengan sikap terpuji dan penuh cinta kasih menghargai pendapat sang istri, serta mencari titik temu bersama dalam kerangka yang diperintahkan oleh alloh dan mejauhi segala yang dilarang oleh alloh.</p>
<p>Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu menjadi teladan terpuji buat istri dan anak-anaknya. Mampu menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan mendidik diri, istri, dan anak-anaknya untuk menapaki jalan-jalan yang menuju keridloan Alloh.</p>
<p>Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu membuat dirinya, istrinya dan anak-anaknya mencintai ilmu, menguasai ilmu dan mampu mengamalkannya, menjadikan ilmu yang diperolehnya itu bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agamanya.</p>
<p>Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu membuat istrinya dan anak-anaknya tumbuh, dan berkembang menjadi pribadi yang luar biasa serta menapaki tangga-tangga sukses di dunia ini dan akhirat kelak.</p>
<p>Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang akan selalu menjaga istri dan anaknya dari api neraka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iweth.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iweth.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iweth.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iweth.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iweth.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iweth.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iweth.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iweth.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iweth.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iweth.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iweth.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iweth.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iweth.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iweth.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=58&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iweth.wordpress.com/2009/11/20/sholeh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eed4e27d84b0a99547a45b4377e3422c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iwet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pisang Coklat Roti Tawar&#8230;</title>
		<link>http://iweth.wordpress.com/2009/11/18/pisang-coklat-roti-tawar/</link>
		<comments>http://iweth.wordpress.com/2009/11/18/pisang-coklat-roti-tawar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 11:43:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwet</dc:creator>
				<category><![CDATA[dapur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iweth.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Copas dari status Inna Puteri d FB&#8230;. Tenkyu ya buu&#8230; Pisang Coklat Roti Tawar&#8230; Namanya gw karang sendiri. resepnya sederhana banget, nyontek dari mbak dian di MP yang konon katanya ngambil resep Chef Farah Quinn tea. Bahan: 6 lembar roti tawar tanpa kulit pinggir 2 telor, kocok lepas tambahkan garam 6 biji pisang raja, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=55&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Copas dari status Inna Puteri d FB&#8230;.</h3>
<p>Tenkyu ya buu&#8230;</p>
<h3>Pisang Coklat Roti Tawar&#8230;</p>
<p>Namanya gw karang sendiri.<br />
resepnya sederhana banget, nyontek dari mbak dian di MP yang konon katanya ngambil resep Chef Farah Quinn tea.</p>
<p>Bahan:<br />
6 lembar roti tawar tanpa kulit pinggir<br />
2 telor, kocok lepas tambahkan garam<br />
6 biji pisang raja, yang imut aja biar kebungkus<br />
meses<br />
keju (aslinya sih ga pa&#8230;ke)<br />
minyak untuk menggoreng</p>
<p>1. celup kedua sisi roti tawar, jangan pake lama yah, sebasahnya saja.<br />
2. bungkus pisang raja dengan roti tawar<br />
3. tambahan meses n keju.<br />
4. rapatakan semua sisi, hingga terbungkus rapi.<br />
5. goreng&#8230;<br />
6. selsai deh.</p>
<p>karena kegedean, kayaknya lucu kalo nyajiinya di belah dua.</h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iweth.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iweth.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iweth.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iweth.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iweth.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iweth.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iweth.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iweth.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iweth.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iweth.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iweth.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iweth.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iweth.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iweth.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=55&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iweth.wordpress.com/2009/11/18/pisang-coklat-roti-tawar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eed4e27d84b0a99547a45b4377e3422c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iwet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rumahku Surgaku, Dimana Gerangan ?</title>
		<link>http://iweth.wordpress.com/2009/10/08/rumahku-surgaku-dimana-gerangan/</link>
		<comments>http://iweth.wordpress.com/2009/10/08/rumahku-surgaku-dimana-gerangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 09:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwet</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iweth.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Sumber:   http://www.facebook.com/home.php?#/note.php?note_id=176296651857&#38;ref=mf Tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa pernikahan adalah peristiwa besar dalam hidup seseorang. Pernikahaan membawa perubahan status, peranan, bahkan perubahan hak dan kewajiban. Tidak heran bila seorang gadis akan memasuki gerbang rumah tangga dengan berbagai rasa berkecamuk didada. Ada haru, was-was, cemas bahagia, juga gelisah. Angannya melambung. Impiannya terenda. Dalam galau ada tanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=50&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber:   http://www.facebook.com/home.php?#/note.php?note_id=176296651857&amp;ref=mf</p>
<p>Tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa pernikahan adalah peristiwa besar dalam hidup seseorang. Pernikahaan membawa perubahan status, peranan, bahkan perubahan hak dan kewajiban. Tidak heran bila seorang gadis akan memasuki gerbang rumah tangga dengan berbagai rasa berkecamuk didada. Ada haru, was-was, cemas bahagia, juga gelisah. Angannya melambung. Impiannya terenda. Dalam galau ada tanya dihati: akankah kuraih rumah idamanku ?</p>
<p>Fakta telah berbicara bahwa ada banyak biduk yang karam dihempas gelombang. Ada banyak insan yang harus melepas impian rumahku surgaku, baiti jannati!. Tak ada lagi manisnya madu pernikahan, yang tersisa empedu dan kegetiran. Angka perceraian semakin tinggi. Tentu saja ini belum termasuk jumlah rumah tangga yang mengalami kebekuan, kurang harmonis dan tidak sehat, namum karena berbagai alasan, tetap bertahan.</p>
<p>Bagi kita yang meyakini bahwa rumah tangga adalah sarana penentram jiwa, pembawa misi mawaddah wa rohmah, dan satu anak tanga menuju kejayan Islam, keadaan ini tentu saja tak dapat dibiarkan. Harus ada kesadaran untuk memperbaiki, harus ada keinginan untuk melakukan upaya penyelamatan.</p>
<p>Mengapa biduk rumah tanggaku karam ?</p>
<p>Beberapa faktor penyebab kegagalan membina kebahagian suami-istri.:</p>
<p>Pertama, kurangnya perhatian terhadap masalah-masalah yang berhubungan dengan fase pra-nikah.</p>
<p>Kedua, kurangnya pemahaman tentang hak dan kewajiban suami-istri.</p>
<p>Ketiga, ketidakmampuan untuk bersikap realitis dalam masalah nafkah, sifat masing-masing, pemenuhan hak dan kewajiban, serta masalah lainnya.</p>
<p>Keempat, kurang memehami masalah kejiwaan masing-masing pihak.</p>
<p>Kelima, pengabaian terhadap masalah anak.</p>
<p>Keenam, ketidakmampuan bersikap proporsional dalam menghadapi problema rumah tangga.</p>
<p>Upaya Membina Rumah Tangga Samara</p>
<p>Rumah tangga samara (sakinah, mawaddah, rahmah) tidaklah wujud dengan proses sim-salabim tanpa kerja keras individu-individu pendukungnya. Karena itu, pemahaman yang benar tentang konsep rumah tangga samara berikut kriteria isteri dan suami teladan mutlak dimiliki.</p>
<p>A). Konsep Rumah Tangga Samara</p>
<p>Rumah tangga adalah markas atau pusat dimana denyut-denyut pergaulan hidup bergetar. Ia adalah susunan yang hidup, yang dapat mengekalkan keturunan. Rumah tangga adalah alam pergaulan manusia yang diperkecil. Bukankah dalam rumah tangga itu lahir dan tumbuh apa yang disebut aturan hidup (dien), kekuasaan, pendidikan, hukum dan perusahaan ?</p>
<p>Keluarga adalah kesatuan yang utuh, teratur, dan sempurna. Dari situ bergelora perasaan yang halus dan sukma yang hidup, yang dianggap sebagai mata air perikemanusiaan dan telaga pesaudaraan sejagad yang tidak pernah kering.</p>
<p>Struktur rumah tangga yang terbentuk melalui hubungan pernikahan mengandung tanggung jawab sekaligus meliharkan rasa saling memiliki dan saling berharap (mutual expectation). Perikatan hukum yang diikuti perikatan batin itu akan menimbulkan saling asah, asih dan asuh yang tercermin dalam pelaksanaan hak dan kewajiban.</p>
<p>Rumah tangga samara bercermin pada rumah tangga yang dibangun, dibentuk dan dibina oleh Rasulullah s.a.w. Teduh dan lapang dalam segala aspeknya, baik secara moral, mau pun material. Jauh dari sikap boros dalam makanan, pakaian, perabot rumah tangga dan sebagainya (QS: Al’Araf: 31). Kelapangan dari segi moral dalah segala sesuatu yang meliputi tingkah laku dan pemikiran. Penghuni rumah tangga samara selalu mengikuti tuntunan perilaku Rasulullah s.a.w.. Dalam pemikiran mereka menyukai kejelasan dan kedalaman serta menjauihi hal-hal yang rumit dan dangkal.</p>
<p>Dalam rumah tangga samara akan ditemui suasana yang sehat bagi perkembangan dan pertumbuhan anak. Anak-anak telah diarahkan sejak dini untuk memiliki aqidah, visi hidup, pola pikir dan akhlak yang benar. Mereka tumbuh dan berkembang dalam suasana kondusif menuju pribadi dewasa yang memiliki aqidah sehat, ibadah benar, ahklak sempurna, fisik yang kuat, mandiri, pandai mengatur dan mengurus urusannya, bertanggung jawab, pandai mengatur waktu, dan optimal dalam memanfaatkan potensinya untuk meraih materi.</p>
<p>Rumah tangga samara akan menjadikan jihad, syahid, dan surga sebagai tujuan optimal kehidupan berumah tangga. Mampu membebaskan diri dan keluarga dari api neraka dengan masuk surga dijadikan sebagai ukuran kesuksesan hakiki. (QS: Al Imron : 185).</p>
<p>Rumah tangga samara jauh dari kebisingan akibat perselisihan dan pertengkaran. (QS: Luqman: 19).</p>
<p>Menjaga kebersihan dan kesucian adalah hal yang selalu dijaga dalam sebuah rumah tangga samara (QS: At Taubah: 108).</p>
<p>B). Kriteria Suami &amp; Isteri Teladan</p>
<p>Membicarakan konsep rumah tangga samara tentu saja tidak lepas dari pembicaraan tentang kriteria suami dan isteri teladan sebagai unsur utama penopang tegaknya rumah tangga.</p>
<p>Sebab, suami adalah qowwam dan isteri adalah mitra qowwam yang sangat berpengaruh. Suami adalah juga bapak dan isteri adalah juga ibu. Suami berperan utama di sektor publik dan isteri bertanggung jawab utama pada sektor domestik. Mereka ibarat dua kepak sayap burung yang tak boleh patah salah satunya.</p>
<p>Sehingga sebagai qowwam, suami haruslah tegak dan mampu menegakkan. Sikap tersebut tercermin dalam kemampuannya mengarahkan dan membimbing rumah tangga, pergaulan yang ma’ruf, tanggung jawab pendidikan anak, dan tanggung jawab pemenuhan aspek materi.</p>
<p>&#8220;Sebaik-baik kamu dalah terbaik terhadap isterinya. Aku adalah yang terbaik diantara kamu terhadap isteri. Tidaklah menghormati wanita kecuali laki-laki yang mulia, dan tidaklah menghinakannya kecuali laki-laki yang hina&#8221; begitulah Rasulullah s.a.w. berpesan. (HR. Ibnu Asakir dari Ali ra).</p>
<p>Dan sebagai mitra qowwam, isteri haruslah pandai membaca dan menterjemahkan petunjuk sang qowwam. Isteri harus dapat berfungsi sebagai rumah psikis bagi suami, sebab ia pembawa misi penentram dan penyejuk. Kedudukannya sebagai mitra menuntut seorang isteri untuk mampu mengimbangi dan berbagi tugas dengan suami dalam menjalankan roda rumah tangga.</p>
<p>C). Kiat-kiat membina rumah tangga samara</p>
<p>Seringkali kita dihadapi pada kondisi paham sesuatu secara konsep (teoritis) tapi terbentur pada praktiknya. Begitu juga dalam berumah tangga. Kita paham bagaimana seharusnya, tapi sulit untuk bersikap bagaimana seharusnya.</p>
<p>Kiat-kiat praktis membina rumah tangga samara, antara lain adalah sebagai berikut:</p>
<p>Pertama: Harus ada penetapan cinta dalam diri suami isteri. Cinta yang mekar diawal pernikahan hendaknya tetap bersemi dalam perjalanan selanjutnya. Jangan biarkan cinta brguguran. Jangan buang bahasa cinta dalam kamus pergaulan suami isteri. Sikap mesra dan romantis yang biasanya bertaburan pada awal pernikahan hendaknya dapat dipertahankan. Tidak ada istilah sudah tua untuk mengekspressikan rasa cinta dengan mengatakan, mencium, memeluk atau bersikap manis. Bukankah Rasulullah s.a.w. senantiasa menunjukkan rasa cintanya pada isteri dan anak-anaknya dengan mencium, memeluk, bermain-main, dan bersenda gurau….?</p>
<p>Kedua: Harus dikembangkan sistem kerja sama yang benar, harmonis dan seimbang, disertai keinginan untuk menjauhi sebab-sebab perpecahan dan perselisihan.</p>
<p>Ketiga: Harus dipikirkan pola komunikasi yang sehat dan efektif, terlebih bila banyak kesibukan dan tanggung jawab lain diluar rumah tangga. Adalah tidak sehat bila isteri merasa tertekan dengan gaya bossy sang suami atau sebaliknya suami merasa isteri tidak mengindahkannya.</p>
<p>Keempat: Harus ada upaya untuk menyelesaikan problem-problem rumah tangga dengan sikap dewasa dan proporsional. Termasuk didalamnya masalah perasaan, anak, ekonomi, komunikasi, dan sebagainya. Masalah sekecil apapun harus tuntas. Adalah kebiasaan yang salah, namun banyak terjadi, menganggap selesainya masalah dengan berlalunya waktu atau mendiamkannya.</p>
<p>Kelima: Adanya perhatian terhadap kesehatan hubungan seksual suami isteri. Adalah keliru bila menganggap masalah seksual sebagai hal tabu yang tak patut dibicarakan dan dipermasalahkan. Bukankah Allah s.w.t. memberikan hajat seksual ini sebagai kebutuhan fitrah yang tak mungkin ditinggalkan? Sikap realistis dan proporsional kembali diperlukan dalam menyelesaikan masalah ini.</p>
<p>Keenam: Sedapat mungkin menghindari adanya intervensi pihak lain dalam urusan internal rumah tangga, baik dalam masalah ekonomi, pendidikan anak, ataupun masalah kebijakan rumah tangga. Ini dapat terjadi manakala kemandirian dan tidak menunjukkan sikap ketergantungan telah diterapkan sejak awal.</p>
<p>Rumah Tangga Samara : Bukan Utopia !!!</p>
<p>Mengapa tidak ?? Kita tak perlu pesimis. Yakinlah. Rasulullah s.a.w. turun membawa ajaran Islam untuk menjadi nyata, termasuk merealisasikan konsep rumah tangga samara di muka bumi ini. Dan ajaran Islam adalah pas buat kita. Tinggal berpulang pada diri: maukah berusaha maksimal atau tidak ?.</p>
<p>Wallohu’alam !</p>
<p>(disadur dari blog seorang teman)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iweth.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iweth.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iweth.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iweth.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iweth.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iweth.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iweth.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iweth.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iweth.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iweth.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iweth.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iweth.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iweth.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iweth.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=50&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iweth.wordpress.com/2009/10/08/rumahku-surgaku-dimana-gerangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eed4e27d84b0a99547a45b4377e3422c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iwet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Pernah Berpaling</title>
		<link>http://iweth.wordpress.com/2009/03/05/jangan-pernah-berpaling/</link>
		<comments>http://iweth.wordpress.com/2009/03/05/jangan-pernah-berpaling/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 04:26:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwet</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iweth.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[oleh Endi Farah (ummu ahzami) Ketika pernikahan dilandasi dengan rasa iman pada Alloh,maka akan mudah kita menjembatani warna-warna yang hadir dalam pernikahan tersebut yang berasal dari berbagai perbedaan yang terdapat dalam diri suami maupun istri. Dari perbedaan sifat, kesukaan, selera makan serta kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki sejak dahulu kala bukan menjadi alasan bagi seorang untuk berpaling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=48&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="bersama">oleh <strong>Endi Farah (ummu ahzami)</strong></span></p>
<p>Ketika pernikahan dilandasi dengan rasa iman pada Alloh,maka akan mudah kita menjembatani warna-warna yang hadir dalam pernikahan tersebut yang berasal dari berbagai perbedaan yang terdapat dalam diri suami maupun istri. Dari perbedaan sifat, kesukaan, selera makan serta kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki sejak dahulu kala bukan menjadi alasan bagi seorang untuk berpaling dari pasangannya.</p>
<p>Ketika makan siang bersama atau kumpul santai atau adapula yang sengaja curhat dari hati kehati, yang sedikitnya menyinggung tentang kekurangan atau perbedaan yang ada dengan pasangan hidupnya.</p>
<p>Ada yang jengkel karena pasangannya yang suka lupa meletakkan barang atau sembarangan menaruh barang, pasangan yang kurang romantis,pasangan yang kurang perhatian, cepat marah, kurang menghargai sampai pasangan yang suka akan suatu makanan dan sebaliknya pasangannya membenci makanan tersebut.</p>
<p>Gara-gara makanan ini,si istri kadang menjadi ilfil (gimana ngga,katanya&#8230;sebab dia paling ga suka dengan jengkol,sementara suaminya suka dengan jengkol,apalagi kalo disemur&#8230;wah..wah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Untuk masalah-masalah kecilpun akhirnya karena tidak dikelola dengan baik menjadi alasan untuk membuat suasana yang kurang nyaman.Apalagi kalau tidak dibiasakan budaya keterbukaan ketika ada masalah,hanya dipendam,dipendam dan dipendam.Yang akhirnya membuat situasi rumahtangga kita tidak seperti yang digambarkan Alloh SWT tentang hakekat pernikahan sebenarnya</p>
<p><em>&#8221; Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya,Dia menciptakan untukmu istri dari jenismu sendiri supaya kamu tenteram bersamanya dan Dia menjadikan cinta dan kasihsayang di antara kamu&#8221; (QS 30:21)</em></p>
<p>Perbedaan-perbedaan yang ada selama tidak menyangkut aqidah dan hal-hal yang jelas halal dan haromnya, hendaknya justru membuat suatu rumah tangga menjadi ajang untuk saling menularkan kebaikan-kebaikan yang ada dalam diri suami maupun istri yang akhirnya mampu mewujudkan generasi yang lebih baik dari orangtuanya yang memiliki kumpulan nilai-nilai positif yang dimiliki oleh ibu dan ayahnya.</p>
<p>Bila istri seorang yang rapih,cermat sementara suami sebaliknya,inilah ajang istri untuk menularkan kelebihannya ini kepada suami tentunya dengan cara yang hikmah dan sabar. Sebaliknya bila suami seorang yang sabar,sementara istrinya seorang yang kurang sabar,inilah saatnya untuk menularkan sifat sabarnya tanpa berputus asa dan terburu-buru mengharapkan segera ada perubahan dalam diri istrinya.</p>
<p>Kita harus mencoba memahami bahwa kebiasaan atau sifat yang mungkin kurang pas yang dimiliki oleh pasangan kita berawal dari pola pengasuhan yang diterima ditambah pengaruh lingkungan sekitarnya sehingga hal tersebut menjadi suatu karakter atau kebiasaan . Sehingga ketika kita menuntut terjadinya perubahan secara cepat pada diri pasangan kita, hal tersebut mungkin akan sulit,karena semua membutuhkan proses yang berbeda-beda.</p>
<p>Ditengah minimnya usaha kita untuk saling mengishlahkan,masuklah bisikan syaiton yang menghembuskan ke dalam dada kita untuk berpaling dari pasangan yang telah Alloh karuniakan pada diri kita. Kita biarkan hati ini mengembara mencari sosok yang memiliki kesamaan dengan diri kita,yang akhirnya semakin menancap eksistensi kekurangan pasangan kita tersebut. Kadang dalam keberpalingan tersebut kita korbankan waktu dan hak anak kita untuk mendapatkan perhatian karena &#8216;kesibukan&#8217;kita.</p>
<p>Keharusnya kita sadari bahwa &#8220;rumput tetangga akan kelihatan lebih hijau&#8221;,dimana mungkin kita merasa tetangga,teman beruntung karena pasangan hidupnya tidak seperti pasangan hidup kita yang menjengkelkan,tidak menyenangkan,tidak perhatian,egois,keras kepala dan lain sebagainya,padahal sesungguhnya itu hanya tampak sebatas lahiriah saja. Seandainya mereka tinggal bersama dengan kita,mengalami masalah yang sama,berinteraksi secara intensif,tentunya hal-hal yang semula terlihat indah dan hijau akan terlihat bahwa dia tidak lebih baik dari pasangan kita.</p>
<p>Ketika perasaan saya terbawa melihat kekurangan suami saya atau kambuhnya hal-hal yang kurang baik yang telah kita sepakati untuk diubah, maka saya mencoba untuk melihat segudang kebaikan suami saya kepada saya,anak-anak,keluarga besar saya serta kebaikannya kepada para ikhwah yang kerap ditolongnya apabila mereka kesulitan. Dan sayapun menyadarkan diri saya bahwa sayapun memiliki banyak kekurangan.</p>
<p>Walaupun kadang bisikan syaiton mengajak pada diri untuk mengagumi sosok yang &#8216;sepertinya&#8217;mampu memuaskan dahaga keinginan &#8216; yang selama ini tidak kita dapati pada pasangan kita, luruskanlah kembali hati dan perasaan kita bahwa &#8216;pasangan kita adalah pasangan yang terbaik,terhebat,terindah&#8217;yang telah Alloh karuniakan pada diri kita untuk menjadi suami/istri dan ayah/ibu bagi anak-anak kita. Semoga bersatunya kita di dunia akan bersatu pula di JannahNYA.</p>
<p><strong><em>Robbanaa hablanaa minazwaajinaa wadzurriyyatinaa qurrotaa&#8217;yun waj&#8217;alnaa lil muttaqiina imaaman<br />
Ya Robb,anugrahilah kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyenang hati dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iweth.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iweth.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iweth.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iweth.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iweth.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iweth.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iweth.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iweth.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iweth.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iweth.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iweth.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iweth.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iweth.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iweth.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=48&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iweth.wordpress.com/2009/03/05/jangan-pernah-berpaling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eed4e27d84b0a99547a45b4377e3422c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iwet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEREMPUAN YANG DICINTAI SUAMIKU</title>
		<link>http://iweth.wordpress.com/2009/01/29/perempuan-yang-dicintai-suamiku/</link>
		<comments>http://iweth.wordpress.com/2009/01/29/perempuan-yang-dicintai-suamiku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 08:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwet</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iweth.wordpress.com/2009/01/29/perempuan-yang-dicintai-suamiku/</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku. Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=47&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>  Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang<br />
  pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik<br />
  dan lebih menuruti apa mauku.</p>
<p>  Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan<br />
  pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi,<br />
  kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun<br />
  sedikit. Aku pikir dia workaholic.</p>
<p>  Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang<br />
  kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah<br />
  romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2<br />
  seperti itu sebagai ungkapan sayang.</p>
<p>  Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan<br />
  makan berdua di luarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan<br />
  berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang<br />
  terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.</p>
<p>  Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan<br />
  anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku<br />
  menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.</p>
<p>  Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami.<br />
  Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek<br />
  sakit di rumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya,<br />
  dibanding makan di rumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena<br />
  sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang<br />
  perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama Meisha,<br />
  temannya Mario saat dulu kuliah.</p>
<p>  Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah<br />
  melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar<br />
  indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2<br />
  waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan<br />
  penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga<br />
  yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.</p>
<p>  Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu,<br />
  Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang<br />
  akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang<br />
  mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu<br />
  dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya<br />
  bekerja.</p>
<p>  Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada<br />
  Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari<br />
  bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai<br />
  sering tertawa lepas. Tapi di saat lain, dia sering termenung di depan<br />
  komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang,<br />
  ada pekerjaan yang membingungkan.</p>
<p>  Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di<br />
  RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal,<br />
  karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa<br />
  dengan suara riangnya,</p>
<p>  &#8220;Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? Tidak mau makan<br />
  juga? Uhh&#8230; dasar anak nakal, sini piringnya,&#8221; lalu dia terus mengajak Mario<br />
  bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis<br />
  ditangannya. Dan&#8230;.aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang<br />
  terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku<br />
  yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!</p>
<p>  Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya<br />
  membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih<br />
  sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya.<br />
  Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku<br />
  buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang<br />
  ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa<br />
  sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.</p>
<p>  Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha<br />
  begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan<br />
  membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku<br />
  nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.</p>
<p>  Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati<br />
  bidadari itu? Karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak<br />
  di hatinya.</p>
<p>  Suatu sore, mendung begitu menyelimuti Jakarta, aku tidak pernah menyangka,<br />
  hatiku pun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.</p>
<p>  Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya<br />
  keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka<br />
  password email Papanya, dan memanggilku, &#8220;Mama, mau lihat surat papa buat<br />
  tante Meisha?&#8221;</p>
<p>  Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,</p>
<p>  Dear Meisha,</p>
<p>  Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung<br />
  hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada<br />
  Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya,<br />
  karena dia ibu dari anak2ku.</p>
<p>  Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2<br />
  mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu,<br />
  tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak<br />
  menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2<br />
  terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak<br />
  sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk<br />
  mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku<br />
  menikahinya.</p>
<p>  Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti<br />
  ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang<br />
  tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti<br />
  pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun<br />
  tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.</p>
<p>  Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang<br />
  lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami.<br />
  Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat<br />
  Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan<br />
  selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi<br />
  tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada<br />
  tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you<br />
  are the only one in my heart.</p>
<p>  Yours,<br />
  Mario</p>
<p>  Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru<br />
  berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan<br />
  menyayangiku.</p>
<p>  Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia<br />
  mencintai perempuan lain.</p>
<p>  Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap<br />
  hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di<br />
  lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.</p>
<p>  Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan<br />
  tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor<br />
  untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak<br />
  pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku<br />
  terpuruk dalam kehancuranku. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan<br />
  aku menjadi istrinya..</p>
<p>  Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang<br />
  perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya? Kenapa dia<br />
  tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan<br />
  aku? Itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan<br />
  melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku!</p>
<p>  Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia.<br />
  Biarlah dia mencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Dengan pura2<br />
  tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu.<br />
  Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu<br />
  mencintainya.</p>
<p>  **********</p>
<p>  Setahun kemudian&#8230;</p>
<p>  Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman<br />
  itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.</p>
<p>  Mario, suamiku&#8230;.</p>
<p>  Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja di<br />
  kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu<br />
  yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak<br />
  bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin<br />
  memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan<br />
  tidak memperdulikan aku. Aku merasa di atas angin, ketika kamu hanya diam<br />
  dan menuruti keinginanku&#8230; Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan<br />
  banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku<br />
  sehingga mau melakukan apa saja untukku&#8230;..</p>
<p>  Ternyata aku keliru&#8230;. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan<br />
  kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor<br />
  dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.</p>
<p>  Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, &#8220;Kenapa, Rima? Kenapa<br />
  kamu mesti cemburu? Dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi<br />
  istriku.&#8221;</p>
<p>  Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.</p>
<p>  Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia<br />
  bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah<br />
  wanita yang sempurna yang engkau inginkan.</p>
<p>  Istrimu,<br />
  Rima</p>
<p>  Di surat yang lain,</p>
<p>  &#8220;&#8230;&#8230;&#8230;Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin<br />
  es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat<br />
  cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh<br />
  cinta itu berpendar dari ke dua bola matamu saat memandang Meisha&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>  Di surat yang kesekian,</p>
<p>  &#8220;&#8230;&#8230;.Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.</p>
<p>  Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu,<br />
  aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku<br />
  belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak<br />
  lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan<br />
  ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan aku selalu<br />
  meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku<br />
  merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku<br />
  suapi, aku menungguimu sampai tertidur di samping tempat tidurmu, di rumah<br />
  sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu<br />
  bermasalah&#8230;&#8230;.</p>
<p>  Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap<br />
  berusaha dan menantinya&#8230;&#8230;..&#8221;</p>
<p>  Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya&#8230;<br />
  dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu di sampingnya.</p>
<p>  Di surat terakhir, pagi ini&#8230;</p>
<p>  &#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun<br />
  lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang,<br />
  karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin<br />
  aku belajar membuatnya di rumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah<br />
  kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai<br />
  motor.</p>
<p>  Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran di<br />
  matamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak<br />
  sakit.</p>
<p>  Tahukah engkau suamiku,</p>
<p>  Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9<br />
  tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari<br />
  matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi di hatimu ?&#8230;&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>  Jelita menatap Meisha, dan bercerita,</p>
<p>  &#8220;Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat<br />
  keceriaan di wajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku.<br />
  Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang<br />
  itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku<br />
  selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya di seberang jalan, Ketika mama<br />
  menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan<br />
  tinggi&#8230;&#8230; aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante&#8230;.. aku melihatnya<br />
  masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak&#8230;&#8230;&#8221; Jelita memeluk Meisha<br />
  dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan<br />
  sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.</p>
<p>  Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario<br />
  mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima<br />
  membacanya.</p>
<p>  Dear Meisha,</p>
<p>  Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2<br />
  dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh<br />
  basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku<br />
  baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai<br />
  bergetar&#8230;. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?</p>
<p>  Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan<br />
  besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil<br />
  mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena<br />
  dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku&#8230;.</p>
<p>  Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk di<br />
  samping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah<br />
  terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika<br />
  seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.</p>
<p>  Jakarta, 7 Januari 2009<br />
  (dedicated to my friend&#8230;.may you rest in peace&#8230;)</p>
<p>  -<br />
  Yesterday is a history.<br />
  Tomorrow is a mystery.<br />
  Today is a gift.<br />
  That&#8217;s why it&#8217;s called &#8220;present&#8221;.<br />
===========================<br />
&#8221; Cintailah Orang2 di sekeliling kita dengan sepenuh hati.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iweth.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iweth.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iweth.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iweth.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iweth.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iweth.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iweth.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iweth.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iweth.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iweth.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iweth.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iweth.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iweth.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iweth.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=47&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iweth.wordpress.com/2009/01/29/perempuan-yang-dicintai-suamiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eed4e27d84b0a99547a45b4377e3422c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iwet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salary Papa Berapa???</title>
		<link>http://iweth.wordpress.com/2009/01/27/salary-papa-berapa/</link>
		<comments>http://iweth.wordpress.com/2009/01/27/salary-papa-berapa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 08:38:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwet</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iweth.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. &#8220;Kok, belum tidur ?&#8221; sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=45&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta,<br />
tiba di rumahnya pada pukul 9 malam.<br />
Tidak seperti biasanya,<br />
Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.<br />
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.<br />
&#8220;Kok, belum tidur ?&#8221; sapa Andrew sambil mencium anaknya.</p>
<p>Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru<br />
terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.</p>
<p>Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab,<br />
&#8220;Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, enggak.<br />
Pengen tahu aja&#8221; ucap Sarah singkat.</p>
<p>&#8220;Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam<br />
dan dibayar Rp. 4.000.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.</p>
<p>Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur.<br />
Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?&#8221;</p>
<p>Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara</p>
<p>Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.</p>
<p>Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian,<br />
Sarah berlari mengikutinya. &#8220;Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 4.000.000,- untuk 10 jam,<br />
berarti satu jam Papa digaji Rp. 400.000,- dong&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur&#8221; perintah Andrew</p>
<p>Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,<br />
Sarah kembali bertanya, &#8220;Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 185.000,- ya ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sudah, nggak usah macam-macam lagi.<br />
Buat apa minta uang malam-malam begini ?<br />
Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah&#8221;.</p>
<p>&#8220;Tapi Papa&#8230;&#8221;</p>
<p>Kesabaran Andrew pun habis. &#8220;Papa bilang tidur !&#8221; hardiknya mengejutkan Sarah.<br />
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.</p>
<p>Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah dikamar tidurnya.<br />
Anak kesayangannya itu belum tidur.<br />
Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- ditangannya.</p>
<p>Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu,<br />
Andrew berkata,</p>
<p>&#8220;Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang<br />
malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan -<br />
Rp. 185.000,- lebih dari itu pun Papa kasih&#8221; jawab Andrew</p>
<p>&#8220;Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti<br />
aku kembalikan<br />
kalau sudah menabung dari uang jajan minggu ini&#8221;.</p>
<p>&#8220;lya, iya, tapi buat apa ?&#8221; tanya Andrew lembut.</p>
<p>&#8220;Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main Monopoli. Tiga<br />
puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.</p>
<p>Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya<br />
ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp.400.000,-<br />
maka setengah jam aku harus ganti Rp. 200.000,-.<br />
Tapi duit tabunganku kurang Rp.185.000, makanya aku mau pinjam dari Papa&#8221; kata Sarah polos.</p>
<p>Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya<br />
bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari,<br />
ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk &#8220;membeli&#8221;<br />
kebahagiaan anaknya.</p>
<div style="text-align:center;">~END~</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iweth.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iweth.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iweth.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iweth.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iweth.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iweth.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iweth.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iweth.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iweth.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iweth.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iweth.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iweth.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iweth.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iweth.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iweth.wordpress.com&amp;blog=5699973&amp;post=45&amp;subd=iweth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iweth.wordpress.com/2009/01/27/salary-papa-berapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eed4e27d84b0a99547a45b4377e3422c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iwet</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
